browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

TOKOH SIL~APRIL

Posted by on May 25, 2013

Mega, Helty, dan Cindo begitulah mereka bertiga biasa disapa. Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan angkatan 48 ini beberapa hari yang lalu baru saja kembali dari Surabaya dalam mengikuti sebuah ajang kompetisi Lomba Karya Tulis Imiah Nasional (LKTIN). Lomba karya tulis tersebut diadakan di Institut Sepuluh November (ITS) yang bertempat di Surabaya pada tanggal 4 – 6 April 2013.

Cabang lomba yang mereka ikuti adalah Lomba Inovasi Teknologi lingkungan, dan cabang tersebut terdiri dari tiga sub bidang, yaitu Sanitasi dan Air Bersih, Agro eco-technology, dan eco-building material. dari ketiga sub bidang tersebut mereka memilih Sanitasi dan Air Bersih.

Saat ditemui di Laboraturium Mekanika Tanah, pada hari jum’at tanggal 19 April 2013 kemarin, Mega dan Cindo menuturkan pengalaman mereka mulai dari sebelum keberangkatan ke Surabaya selama 3 hari, sampai mereka kembali lagi. “Judul yang kami angkat adalah Celengan Air sebagai Sistem Pengumpul dan Pengelolah Air Hujan Menjadi Air Bersih Untuk skala Rumah Tangga, Studi Kasus Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor. Judul yang panjang, bukan?” ujar mega sambil tertawa kecil saat menyebutkan judul karya ilmiah yang mereka buat itu. Mereka melakukan penelitian di Desa Cibanteng tersebut selama ± 1 bulan. “Sebenarnya kami tidak melakukan penelitian secara langsung, kami berkunjung ke desa tersebut, berdiskusi dengan warga disana tentang jumlah kebutuhan air bersih yang dibutuhkan, kemudian kami meminta data curah hujan ke BMKG, dan data tersebut lah yang kami olah” tutur Cindo yang duduk disebelah Mega. “kami juga menurunkan rumus untuk merancang tangki penampung air hujan yang berkapasitas 300 liter, tapi rumusnya rumit dan susah untuk disebutkan disini” tambah mega.

“Setiap kesuksesan tidak hanya ditempuh begitu saja, pasti ada perjuangan dibalik kesuksesan itu”

Menjadi finalis yang diundang langsung ke ITS tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka, Mega, Cindo, dan Helty. Dari total ± 120 team yang ikut dalam ajang kompetisi tersebut, dan dari tiga sub bidang diambil masing-masing 5 team sebagai finalis. Jadi total finalis yang diundang kesana berjumlah 15 team, termasuk salah satunya mereka bertiga yang mewakili satu team.

Perjuangan mereka sudah dimulai sebelum pengumuman finalis keluar. Konsultasi dengan dosen dan mengalami belasan revisi, tetap berada dikampus saat teman-teman lainnya balik ke rumah karena liburan sebelum UTS sudah menjadi hal biasa bagi mereka, tapi semua perjuangan yang mereka lakukan terasa memudar saat mereka sampai di ITS, Surabaya. Disana semua finalis difasilitasi, mulai dari bus sampai mobil pribadi. Kemanapun meraka, Mega, cindo dan Helty pergi, panitia selalu mengantarkan mereka menggunakan mobil pribadi.  “Mudah-mudahan teman-teman mahasiswa SIL yang lainya bisa mengukirkan banyak prestasi dengan mengikuti berbagai lomba di tingkat manapun, disamping belajar menyeimbangi kegiatan lain dengan akademik, juga punya banyak teman baru, dan banyak manfaat yang saya rasakan mengikuti lomba kemaren itu. Dan mudah-mudahan pengalaman kami di Surabaya ini bisa menjadi sebuah komperasi untuk acara ICEF juga” ujar Mega.  (ARF)

Comments are closed.