browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

TOKOH SIL~MEI

Posted by on June 2, 2013

Beberapa minggu yang lalu , sekret HIMATESIL sempat dihebohkan dengan kerja rodi mengejar deadline dari  tim – tim yang mewakili IPB, khususnya Departemen SIL untuk mengikuti “Eco-House Design Competition” . Lomba desain rumah ramah lingkungan ini diselenggarakan oleh Pelayanan Komputer Teknik Sipil dan Majalah Clapeyron, di bawah naungan Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Tahun ini merupakan tahun keempat diselenggarakannya Eco-House Design Competition. Dengan tema “When People’s House and Green Technologies Harmonized”, lomba ini menuntut kreativitas peserta untuk mendesain rumah ramah lingkungan sebagai solusi atas tidak seimbangnya pertumbuhan penduduk dengan ketersediaan lahan dan kurangnya pengelolaan limbah serta sumber daya yang ada.

Peserta berasal dari mahasiswa/i D3/D4 dan S1 dari perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia. Sebagai finalis, lima peserta dengan karya terbaik akan diundang untuk mempresentasikan karyanya secara langsung di depan para juri. Dan dengan bangga, SIL menorehkan prestasi untuk pertama kalinya menempatkan satu TIM AGRIMAX sebagai finalis 5 besar dalam lomba ini.

Dijumpai di Kantin Sapta, Luthfi Adityha (SIL47) selaku ketua TIM AGRIMAX sendiri menuturkan rasa bangga dan tidak menyangka akan lolos hingga 5 besar. TIM AGRIMAX IPB dalam harus bersaing dengan UNDIP, UNNES dan UNS. “Kita ada bertiga, gue, Fauzan (SIL48), sama Teh Irma (ARL46). Gak nyangka bisa masuk, apalagi bikinnya mepet deadline. Kita kesulitan untuk bertemu untuk menyatukan ide karena masing – masing dari kita punya kesibukan sendiri. Tapi, Alhamdulilah .. dengan tekad tanpa batas dan nyaris gak tidur kita bisa kirim karya kita,” ujarnya dengan suara serak basah.

Luthfi, yang akrab disapa Upai ini menambahkan bahwa dengan mengikuti lomba seperti ini, ia dan menemukan proses pembelajaran baru yang gak bisa didapat di ruang kuliah.  “Mau gak mau kita dengan ikut lomba ini harus berusaha cari literature, buka internet baca buku, yang secara gak langsung nambah wawasan. Bagaimana kita bekerjasama dalam tim, dalam membagi waktu dan menyatukan ide merupakan pengalaman berharga.”

Ditanya mengenai keunggulan karyanya, Upai menjelaskan bahwa karya mereka unggul dari segi pemanfaatan energy, misalnya penggunaan solar panel, fasade bangunan yang dinamis, serta teknologi pengolahan air bersih dari air limbah. Sounds Cool!!

“Mudah – mudahan tahun depan bisa ikut lagi, jujur gue tertantang untuk ikut karena kemaren belum bisa dapet juara 1. Ikut lomba gak akan pernah rugi, tapi membuat kita memperdalam mata kuliah seperti, gambar teknik, analisis struktur, manajemen konstruksi, dan teknik lingkungan yang kalau gak dipelajari bakalan lupa. Harapan gue, tim yang ikut tahun depan lebih banyak dengan persiapan lebih matang mulai dari segi waktu, dan pemantapan ide.” ujar Upai dan mengakhiri sesi wawancara.

Selamat TIM AGRIMAX IPB, Proud of you !!

Comments are closed.