browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Mahasiswa SIL Lolos Seleksi PKM dan Didanai oleh Dikti

Posted by on May 30, 2015

Lima mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor berhasil lolos seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Cipta (PKM-KC) dan didanai oleh Dikti. Kelima mahasiswa tersebut adalah Noviyanti (SIL 49), Mochamad Rizky Ramadhan (SIL 48), Muhamad Ridwan (SIL 48), Meilisa (SIL 49) dan Astri Salatin (SIL 50).

1

Kelompok ini membuat sebuah karya cipta yang diberi nama ACDMS (Automatic Concrete Distribution Monitoring System). ACDMS merupakan alat inovasi untuk mengetahui kadar beton secara sensorik. Rencananya, alat ini akan dikompetisikan di ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun pengajuan 2014. Para mahasiswa kreatif ini merancang sebuah alat yang memilki fungsi sama dengan Kerucut Abrams. Fungsi dari Kerucut Abrams adalah untuk menguji nilai slump pada beton. ACDMS dirancang menggunakan sensor kelembaban dan sensor suhu yang telah dikalibrasi dengan nilai pengukuran menggunakan Kerucut Abrams.

Menurut Ketua Tim, Noviyanti, mengungkapkan bahwa ide pembuatan karya ini dimulai dari adanya matakuliah Praktikum Bahan Konstruksi dan Teknik Kontrol Lingkungan. Dalam praktikum alat konstruksi terdapat materi mengenai pengujian nilai slump pada adukan beton yang menggunakan Kerucut Abrams. Pengunaan Kerucut Abrams dapat dikatakan kurang praktis karena menggunakan waktu lebih kurang 4 sampai 5 menit pengujian dan alat yang digunakan lumayan berat. Untuk itu kami berpikir untuk membuat sebuah alat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan Kerucut Abrams tetapiĀ  dengan penggunaan waktu yang singkat. Dalam waktu 3 detik akan diperoleh nilai slumpnya dalam jumlah yang banyak serta alat yang digunakan lebih ringan sehingga mudah untuk dibawa. Ketika mendapatkan mata kuliah subbagian Teknik Lingkungan yang menggunakan sensor sebagai alat praktikum utama, maka ide ini muncul kemudian dikembangkan untuk merancang sensor yang memiliki fungsisama dengan Kerucut Abrams.

2Selanjutnya, Minggu 31 Mei 2015 akan dilaksanakan monitoring dan evaluasi (MONEV) tingkat IPB. Setelah itu, MONEV kembali dilakukan dan kali ini evaluasi dilakukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada tanggal 3, 4, 5 juni 2015. Monev Dikti ini merupakan penilaian akhir yang menjadi penentuan PKM ini lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara.

Departemen SIL mengucapkan selamat berjuang dan semoga PKM-KC karya mahasiswa SIL ini mampu lolos seleksi dan dipresentasikan di PIMNAS ke-28 di Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara.

Comments are closed.