Category: Buletin (page 2 of 3)

Wanita Sebagai Kartini Masa Kini

Capture 2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini, Siapa yang tak kenal sosok ini?, Sosok, legendaris, wanita luar biasa yang telah memperjuangkan hak-hak wanita agar tidak dipandang sebelah mata. R.A Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879, Oleh karena itu pada tanggal itu diperingati sebagai hari Kartini sebagai penghormatan atas wujud perjuangan atas kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita.

Zaman sekarang pergerakan wanita semakin terasa dan membawa dampak luar biasa. Melihat kaum wanita sebagai pemimpin bukanlah hal yang tabu lagi. Namun, masih banyak pula wanita yang masih tertindas. Wanita itu sosok yang lemah lembut sehingga dengan sifatnya yang lemah lembut itu wanita banyak yang dianggap lemah oleh kaum lelaki.

Kartini masa kini merupakan sebutan yang pantas disandang untuk wanita Indonesia yang mandiri, baik secara finansial maupun dalam kepribadian, mereka yang memiliki kecerdasan dan daya guna yang mampu memberikan manfaat untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan sekitarnya. Namun, wanita juga tidak boleh melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Inilah yang menjadi tantangan seorang wanita. Wanita dituntut produktif terhadap karir dan kehidupan masyarakat sekitar, namun wanita juga harus mengabdi kepada orang tua dan pasangannya serta panutan bagi anak-anaknya.

Kartini masa kini bisa meneruskan perjuangan kartini zaman dulu sebagai pelaku emansipasi dan menciptakan bangsa Indonesia yang baik dan bermanfaat tanpa melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.

Apa sih Hari Bumi itu?

Capture

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal 22 April diperingati oleh seluruh dunia sebagai Hari Bumi. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang ditinggali oleh manusia saat ini yaitu bumi. Pertama kali dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson, pada tahun 1970. Dia adalah seorang pengajar di bidang disiplin ilmu lingkungan hidup. Tanggal ini sebenarnya bertepatan dengan waktu musim semi di daerah Northern Hemisphere pada belahan Bumi utara dan waktu musim gugur pada belahan Bumi selatan.

United Nation (UN) atau PBB memperingati hari Bumi sedunia pada tanggal 20 Maret yang merupakan sebuah tradisi dari aktivis perdamaian John McConnell pada tahun 1969. Tanggal tersebut merupakan hari dimana matahari berada tepat di atas khatulistiwa atau dikenal dengan istilah Ekuinoks Maret. Saat ini hari bumi diperingati oleh 175 negara dan secara global telah dikoordinasi oleh Jaringan Hari Bumi atau Earth Day Network.

Di Indonesia, peringatan atau perayaan Hari Bumi sebenarnya belum banyak diketahui oleh kalangan masyarakat. Hal ini berbanding terbalik dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang selalu diperingati setiap tanggal 5 Juni. Pada dasarnya memang tidak terdapat perbedaan antara Hari Bumi Sedunia dengan Hari Lingkungan Sedunia. Hal yang paling membedakan antara dua hari besar itu adalah sejarahnya saja.

Hari Bumi awalnya diprakarsai oleh masyarakat serta diperingati oleh LSM dan organisasi di bidang pelestarian lingkungan hidup, sedangkan Hari Lingkungan Sedunia diperingati berdasarkan Konferensi UN tentang Lingkungan hidup yang berlangsung pada 5 Juni 1972 di Stockholm.  Tanggal konferensi tersebut kemudian ditetapkan menjadi Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Indonesia berpartisipasi dalam konferensi tersebut dan diwakili oleh Prof. Emil Salim yang menjabat sebagai Kepala Bappenas. Hari Lingkungan Hidup Sedunia dianggap lebih resmi dan sering diperingati oleh masyarakat maupun pemerintah di sejumlah negara di dunia. Tujuan dasar dari kedua peringatan hari besar tersebut adalah untuk merangsang kepedulian masyarakat terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak.

Hari bumi kebanyakan hanya diketahui dan diperingati para aktifis peduli lingkungan saja di seluruh dunia. Di sisi lain, peringatan hari Bumi sedunia sering dianggap sebagai ajang berkumpulnya para aktivis namun minim tindak lanjut secara nyata di lapangan. Berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Kerusakan lingkungan disebabkan oleh perbuatan manusia sendiri dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga. Kesadaran masyarakat cenderung menurun untuk menjaga, merawat, serta melestarikan lingkungan hidup. Upaya untuk melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab perorangan saja, akan tetapi tanggung jawab dari semua pihak yang hidup di bumi ini.

Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup seharusnya ditanamkan sedini mungkin dan harus berkesinambungan atau tak lekang oleh waktu. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran sosial yang dapat ditumbuhkan melalui penyuluhan atau pemberian informasi yang lengkap tentang pelestarian lingkungan kepada masayarakat umum. Selain itu, perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah meskipun berbagai upaya antisipasi dan pencegahan telah banyak dilakukan. Keadaan ini memaksa manusia untuk dapat beradaptasi dengan perubahan iklim tersebut. Salah satu caranya adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Sebagai mahasiswa SIL jangan sampai kita lupa menjaga bumi ini ya sob! 😉

Pembina Baru Untuk Himatesil Yang Baru

profil pak can profil pak can2

Alfan dan Arum Mahasiswa Berprestasi Teknik Sipil dan Lingkungan IPB yang Gemilang

Beberapa waktu yang lalu, departemen Research and Eucation Development (RED) memfasilitasi mahasiswa SIL yang ingin mengikui kompetisi Mahasiswa berprestasi (Mapres). Setelah melewati proses panjang dari pendaftaran dan lain sebagainya, akhirnya terpilihlah Alfandias Seysna Putra dan Rahmafitri Arum Sabarina dari SIL 49 sebagai perwakilan Mahasiswa Berprestasi dari departemen Teknik Sipil dan Lingkungan. Berikut kesan pesan mereka selama mengikuti proses Mapres.

Alfan:

“Kesannya sih dapet pengalaman banyak banget. Terutama di komunikasi dan presentasi bahasa inggris. Pas seleksi di departemen, pas wawancara sebetulnya nervous parah. Grogi gitu gabisa ngomong apa2. Alhamdulillahnya kepilih juga jadi mapres sil dan lanjut ke fakultas. Pas seleksi fakultas, lumayan prihatin sih soalnya kalo liat saingan juga lumayan berat, ada temen sekelas waktu tpb, trus yg dari itp angk 48 semua dan jago2. Tapi ya semua itu harus di lalui dan di coba. Dan uniknya pas seleksi fakultas gak ada sama sekali rasa ingin menjatuhkan diantara kita. Do the best and show the best aja buat jadi wakil fakultas nanti siapapun yg kepilih. Dan Alhamdulillahnya pas presentasi di 6 dosen (pake bahasa inggris pasti), rasanya gak se nervous waktu wawancara. Lebih pede, enjoy dan seneng karena banyak masukan2 tentang paper. Haha

Jadi over all seru sih. Tambah pengalaman banget. Semoga aja tahun depan bisa ikut lagi. (ngarep)”.

mapres 1

 

 

 

 

 

 

Alfandias SIL 49 (Peringkat 5 Mapres FATETA)

 

Arum:

– Kesannya pengalaman pertama banget untuk mengikuti ajang sejenis mahasiswa berprestasi

– Membuka wawasan dan ketertarikan saya terhadap penulisan karya tulis ilmiah. Serunya setelah nulis karya tulis ilmiah untuk pertama kalinya, langsung dikomen, dikritik dan diberi masukan sama dosen-dosen keren di FATETA. kapan lagi? saran yang diberikan ga dari sudut pandang sipil lingkungan, tapi dari departemen2 lain. jadi oke banget buat pengembangan karya tulis ilmiah.

– Mempertemukan dengan orang2 WOW di FATETA! hal ini membuat saya sadar kalo kita (anak sil) perlu peningkatan baik dari segi akademik, paper, dan non akademik

Pesan :

– jangan pernah takut mencoba, apapun hasilnya

– pencapaianmu saat ini, di tempat ini merupakan buah hasil dari persiapan yang telah lakukan selama hidupmu. maka untuk ke depannya, persiapkanlah dirimu untuk pencapaian yang lebih baik”.

mapres 2

 

 

 

 

 

 

Arum SIL 49 (Peringkat 7 Mapres FATETA)

Fateta Art Contest

    FAC (Fateta Art Contest) merupakan ajang bergengsi khusus warga FATETA dalam bidang seni. FAC diselenggarakan oleh BEM F. Acara ini dapat menyalurkan kreativitas mahasiswa yang nantinya sebagai bibit unggul di FATETA. Acara yang diketuai oleh Agung Miftahudin dari TIN 50 diselenggarakan tanggal 14, 15, dan 28 Maret. Ada 5 departemen yang mengikuti FAC ini yaitu TMB, ITP, TIN, SIL, dan TPB sebagai calon warga FATETA. Tema FAC 2015 yaitu rhythm your heart, colour your mind, express your soul”. Tiap departemen di FATETA diminta untuk berkontribusi dalam ajang pencarian bakat ini dengan harapan bisa mewakili FATETA di ajang pencarian bakat se-IPB yaitu IAC (IPB Art Contest). Cabang perlombaan yang bisa diikuti mulai dari yang berbau musik, fotografi, puisi, stand up comedy.

fac

Untuk cabang perlombaan pada tanggal 14 ada fotografi, design poster, karikatur, komik strip, stand up comedy, graffiti. Bukan hanya itu saja, di tanggal itu bagi yang suka masak-memasak ada juga F-cooking. Fcooking ini kompetisi antar tim, masing-masing tim terdiri dari dua orang. Tanggal 15 Maret ada cabang perlombaan solo vokal, vocal grup, tulis puisi, lakon, cerpen, baca puisi dan monolog.

fac 2

 Desain artistik papan tulis karya anak fateta

      Tanggal 28 Maret ada cilapop pagi harinya yang kemudian malam harinya merupakan malam puncak FAC. Akan ada pengumuman pemenang dari masing-masing perlombaan dan penampilan para pemenang FAC 2015. Sekaligus di tanggal 28 Maret akan ada pengumuman departemen manakah yang akan menjadi juara umum selanjutnya? Apakah TMB tetap menjadi juara umum ataukah jatuh di tangan departemen lain?. Nantikan! Kalah atau menang, FATETA SOLID!

 

fac 3

 Peserta lomba desain poster Fateta Art Contest

Older posts Newer posts

© 2018 HIMATESIL IPB

Theme by Anders NorenUp ↑