PERMASALAHAN KETERSEDIAAN AIR BERSIH DAN SOLUSINYA

Oleh: Rizky Kurniawan (Research and Education Development Himatesil)

Permasalahan penyediaan air

    Setiap musim kemarau, selalu muncul masalah kekeringan yang melanda indonesia. salah satu provinsi yang mengalami kekeringan pada satu bulan terakhir adalah Jawa Tengah. Kekeringan telah melanda sembilan kabupaten yang meliputi 530 desa. Kabupaten yang mengalami kekeringan antara lain Banjarnegara, Blora, Boyolali, Demak, Grobogan, Pati, Purbalingga, Temanggung, dan Kabupaten Wonogiri. Kekeringan ini bahkan sering terjadi pada kemarau normal untuk beberapa daerah seperti nusa tenggara. Krisis air ini sering dianggap bukan permasalahan yang krusial, padahal permasalahan krisis air ini memiliki potensi konflik yang luar biasa di masa depan, khususnya bagi penduduk di pulau Jawa dan Bali. Tindakan pengendalian untuk mengatasi masalah krisis air juga masih dilakukan dengan pendekatan simptomatik dengan gaya instan. Ketika kekeringan terjadi, maka penyelesaiannya hanya dengan distribusi air bersih melalui tangki air, penyediaan pompa, pembiran air dan perbaikan jaringan irigasi. Gaya pendekatan seperti ini sebenarnya tidak menyentuh pada akar permasalahan secara menyeluruh. Sebaliknya masalah yang dihadapi akan muncul secara berulang-ulang dan dalam intensitas yang semakin meningkat.

      Berdasarkan data dari Kementerian Riset dan Teknologi, pada tahun 2000 secara nasional ketersediaan air permukaan hanya mencukupi 23% dari kebutuhan penduduk. Sementara itu Pulau Jawa dan Bali kondisinya sudah defisit air sejak tahun 1995. Saat musim kemarau di Jawa terjadi defisit air sekitar 130 ribu juta meter kubik per tahunnya. Maka tidak aneh jika setiap musim kemarau di Jawa dan Bali seringkali terjadi krisis air di beberapa daerah.

       Krisis air tersebut menyebabkan terganggunya stabilitas ketersediaan air bagi masyarakat. Banyak masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses air sehingga harus berjalan berkilo-kilo untuk mendapatkan air. Air yang didapat pun tak jarang memiliki kualitas dibawah standar. Penyediaan air minum di Indonesia masih menjadi sesuatu yang kompleks.

kekeringan

     Sumber gambar : SoloPos.com

       Di Indonesia, salah satu kendala utama dalam penyediaan air bersih adalah terbatasnya pasokan air. Sebagian besar PDAM beroperasi dengan mengandalkan air baku dari air sungai. Sementara sungai yang ada sudah banyak mengalami degradasi yang disebabkan kerusakan DAS, masalah antropogenik, dan melemahnya perlindungan terhadap sungai. Faktor perubahan iklim juga menyababkan trend (kecenderungan) debit sungai mengecil secara signifikan. Sungai Bengawan Solo turun hingga 44,18 m3/det, Sungai Serayu turun hingga 45,76 m3/det, dan sungai Cisadane turun hingga 45,10 m3/det.

      Pada musim kemarau, debit aliran dasar (base flow) sungai cenderung sangat rendah sehingga mengakibatkan permasalahan baru seperti intrusi air laut, krisis air, dan konflik dengan pengguna lain seperti untuk pertanian. Tidak hanya kuantitas, dari segi kualitas pun mengalami penurunan. Berdasarkan data kemetrian riset dan teknologi, sekitar 70% PDAM di Indonesia mengalami penurunan kualitas air.

Teknologi NTP (Natural Treatment plant) yang diterapkan di Jerman

     Penyediaan air minum di Indonesia sudah tidak bisa dikelola dengan sistem bussines as usual. Mengambil air dari sungai, mengolah, dan mendistribusikan kepada masyarakat. Dengan menurunnya kualitas dan kuantitas air sungai yang mengalami degradasi akan menyebabkan biaya operasional akan lebih tinggi. Hal ini akan berimbas dengan tingginya biaya yang dibebankan kepada konsumen. Sehingga diperlukan inovasi teknologi untuk mengatasi masalah ini.

       Sutopo Purwo Nugroho, Peneliti Utama Bidang Hidrologi dan Konservasi Tanah di BPPT & Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB untuk sebuah media massa nasional di Jakarta menjelaskan, salah satu teknologi yang perlu dikembangkan adalah Natural Treatment Plant (NTP), yakni menyadap air langsung dari akuifer di dalam tanah dan mendistribusikan ke hilir. Lapisan akuifer di daerah pegunungan digali atau dicoblos dengan pipa-pipa dan dibuat terowongan bawah tanah. Pada terowongan tersebut disediakan lubang-lubang untuk masuknya air tanah. Pengambilannya dilakukan seperti sumur biasa yang lazim ditemui di Indonesia. Pipa-pipa horizontal yang menyebar mengelilingi dasar sumur dipasang sepanjang 60 meter sehingga memperbesar kapasitas penyadapan. Air sadapan tersebut akan ditampung di reservoar untuk didistribusikan ke kota atau daerah

      Konsep ini banyak diterapkan di Jerman.Sekitar 80% air minum dipasok dari air tanah dan mata air yang disadap dengan teknologi NTP sehingga jarang ditemukan instalasi penjernih air di Jerman. Di kota Munich, penyediaan air melalui NTP mampu mengalirkan air hingga 6,5 m3/detik untuk mencukupi 1,5 juta jiwa dan industri. Pada penerapannya, Daereah Tangkapan Air (DTA) harus diawasi secara serius. DTA seluas 6000 ha yang sebagian milik pemerintah dan sebagian milik penduduk yang umumnya adalah peternak., dijaga dari pencemaran lingkungan. Petani dilarang menggunakan pupuk kimia di DTA dan sebagai gantinya pemerintah memberikan kompensasi subsidi 250 euro per hektar dan petani diperbolehkan mengambil pupuk kompos yang diproduksi secara lokal.

      Keuntungan yang diperoleh sangat besar, karena tidak membutuhkan bahan kimia untuk mengolah air minum. Selain itu tidak diperlukan pompa distribusi karena letak reservoar berada di pegunungan. Kualitas air yang dihasilkan sekelas natural mineral water. Kualitas dan kontinuitas terjamin, dan DTA dapat dikonservasi.

     Indonesia sebagai negeri yang memiliki banyak gunung api aktif maupun non aktif sangat berpotensi untuk mengembangkan NTP. Topografi pegunungan dan perbukitan yang banyak tersebar berpotensi menjadi menara airn yang sangat besar. Namun pemanfaatan teknologi pencoblosan akuifer masih sering diabaikan. Tidak aneh jika para pakar jerman, diantaranya Prof. Dr. Cembrowiez dari Universitas Karlsruhe mengatakan “Bagi Pulau Jawa yang memiliki banyak daerah gunung api dan pegunungan dengan curah hujan yang tinggi, seharusnya tidak perlu mengalami kesulitan air. Justru fenomena aneh yang ada. Air yang begitu jernih keluar dari mata air dengan melimpah, kemudian mengalir ke sungai dan dicemari oleh limbah pertanian, domestik, industri, sampah hingga berwarna coklat dan berbau. Lalu diambil untuk air baku, diolah, didistribusikan, dan dikonsumsi oleh masyarakat. Mengapa tidak diambil di mata air saja dengan disadap lalu didistribusikan ke bawah?”

Categories: informasi | Leave a comment

BINA DESA 1 DAN 2 “PERBAIKAN JALAN DAN PENANAMAN POHON DI DESA GUNUNG SARI, PAMIJAHAN BOGOR”

Capture bindes 1

 

 

 

 

 

 

 

     Bina Desa adalah salah satu program kerja dari divisi Community Development, Himpunan Teknik Sipil dan Lingkungan IPB. Bina Desa memiliki tujuan, yaitu membantu antar masyarakat suatu daerah khususnya pedesaan dalam bidang pembangunan dan kesejahteraan. Bidang pembangunan ini contohnya saja seperti perbaikan jalan, perbaikan saluran irigrasi, dan lain sebagainya. Hal ini telah terwujud pada Bina Desa 1 yang diadakan pada tanggal 8 Mei 2015 bertempat di desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor yang mengambil tema tentang “Perbaikan Jalan”. Bina Desa ini diikuti oleh 11 orang perwakilan dari departemen teknik sipil dan lingkungan IPB. Diawali dengan keberangkatan pada pukul 10.30 WIB menuju gunung salak dan sampai pada tempat sekitar pukul 12.00 WIB.. Dilanjutkan dengan sholat jumat dan pada pukul  13.00 sampailah di rumah Bapak Buchori selaku lurah dari desa tersebut. Sesampainya disana berbincang-bincah terlebih dahulu, beristirahat, dan meminta izin kepada ketua RT agar dapat melakukan perbaikan jalan tersebut dan pak RT berkata bahwa desa tersebut sudah lama sekali membutuhkan bantuan dari relawan-relawan, akhirnya kami kemudian menuju lokasi pembangunan jalan setapak yang berada di dekat rumah-rumah warga dan daerah pertanian mereka.

 

capture bindes 2

 

 

 

 

 

 

 

     Tahap awal pembangunan dengan menyerahkan tiga kantong sak semen yang akan digunakan untuk memperbaiki gorong-gorong yang rusak. Permasalahan dari gorong-gorong tersebut adalah air yang tidak mengalir dan gorong-gorong yang terbuat dari kayu tersebut sudah lapuk, lalu dibongkarlah gorong-gorong tesebut dengan bantuan beberapa perwakilan SIL dan warga desa. Setelah dibongkar, disemen ulang, dan diberi kayu untuk gorong-gorong yang lebih bagus. Ditengah-tengah pembuatan gorong-gorong tersebut, bahan-bahan yang digunakan habis. Lalu dibeli lah kembali semen sebanyak tiga sak, disana juga perwakilan SIL ini membantu warga untuk mengumpulkan batu dan membawanya ke gorong-gorong tersebut. Pembuatan gorong-gorong ini selesai sekitar jam 16.30 WIB, setelah itu kembali kerumah pak RT dan sesi dokumentasi dengan gorong-gorong baru yang telah di buat. Sebelum berpamitan dengan bapak buchori, disempatkan mengobrol terlebih dahulu dengan beliau. Lalu dilanjutkan dengan perjalanan balik ke Darmaga, IPB dan sampai pada pukul 19.30 WIB. Acara Bina Desa 1 berjalan dengaik baik dan kondusif.

 

Capture bindes 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     Keberhasilan Bina Desa 1 membuat hati para Mahasiswa/ Mahasiswi Teknik Sipil dan Lingkungan IPB tergerak untuk bekerja sama kembali dengan Desa Gunung Sari, Pamijahan dalam membangun desa tersebut menjadi desa yang terbaik, dalam hal pembangunan ataupun yang lainnya. Sehingga ditetapkan pada tanggal 6 Juni 2015 yang lalu, Himatesil kembali  mengadakan Bina Desa 2 dengan tema “100 Pohon Cinta Lingkungan”. Pohon cinta lingkungan ini dimaksudkan sebagai penanaman 100 pohon pucuk merah sebagai bentuk kecintaan terhadap lingkungan, dan membuat desa ini menjadi desa wisata yang menarik dengan keindahan pucuk merah-nya. Pohon-pohon ini ditanam disekitar jalan menuju desa wisata Gunung sari, Pamijahan agar terlihat lebih indah dan tertata. Kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa teknik sipil dan lingkungan dan para karang taruna desa Gunung Sari, dengan diresmikan oleh bapak lurah dan ketua himpunan mahasiswa teknik sipil dan lingkungan. Setelah acara penanaman pohon ini telah dilaksanakan, kami dipersilahkan untuk beristirahat sekaligus menikmati keindahan desa wisata Gunung Sari, Pamijahan tersebut. Perjalanan menghabiskan waktu sekitar 15 menit untuk sampai di desa wisata yang berjarak beberapa kilo meter dari desa Gunung Sari.  Sesampainya disana kami disuguhkan oleh makanan dan pemandangan indah dari atas desa wisata tersebut. Tak hanya itu saja, kami pun dipersilahkan untuk bersantai di air terjun yang terkenal di desa wisata tersebut. Perkiraan waktu acara Bina Desa 2 yang meleset terbayar atas keindahan air terjun didesa tersebut. Acara ini selesai pada pukul 18.00 WIB, terlaksana dengan baik dan sesuai rencana.

Capture bindes 4

 

 

 

 

 

 

 

 

COMING SOON BINA DESA 3 AUGUST 2015 …………………………………..

 

Categories: press release | Leave a comment

Informasi Beasiswa

==Scholarship: MA/Msc and PhD programs in Poland==
Deadline : June 21st 2015

Brief information : This program is addressed to engineering, geography, veterinary, maths and other sciences last semester students or recent bachelor and master graduates to pursue their MA/Msc and PhD programs in Poland, preceded by 1 year Polish language program.

Detailed information :
http://www.dzakarta.msz.gov.pl/in/berita_terkini/beasiswa_untuk_mahasiswa_indonesia___dibuka_sekarang_

Please address any question directly to :
dzakarta.amb.sekretariat@msz.gov.pl

 

Lampiran persyaratan dan ketentuan:

1. Lampiran Beasiswa Bahasa Indonesia

2. DOC007

3. Scholarship

 

Categories: Beasiswa | Leave a comment

Informasi Lomba, International Event dan Exchange

  • [CALL FOR PAPERS]

ISAFIS Research and Development 2015 proudly presents:

ISAFIS Journal 2015

Theme: Chinese Foreign Policy
Topic Areas:
• Chinese Economic Foreign Policy
• Chinese Socio-Cultural Foreign Policy
• Chinese Political Foreign Policy
• China-Indonesia Relation

Best writings will be published in a book and will be launched this year in a prestigious seminar and discussion.

Submission Deadline: July 31st 2015

See complete guidelines by visiting isafis.org/isafis-journal-guidelines or bit.ly/GuidelinesISAFISJournal

@ISAFIS_official | instagram.com/isafis | isafisjournal@gmail.com
CP: Khodi (+628112071133)

 

  •  [International Event]

2nd International Youth and Educators Summit on Transformative Education

Theme: “Education for Multicultural World: Challenges and Opportunities”
#‎IYN #‎IYN_World #‎IYN_Youth #‎IYN_Bangladesh
*Limited Full and Partial Scholarships are Available

Date: November 5-9, 2015
Venue: Goldwater Convention Center, Dhaka, Bangladesh
& Post Summit event at Cox’s Bazaar.

All educators, youth, volunteers, GO & NGO, developing partners, journalists, and policy makers are welcome to participate and present their paper at 2nd I-YES.

Organizers: Asian Network of Youth Volunteers (ANYV) and Philippine Normal University Center for Transformative Education

To know more details please go to our website www.yes.anyv.org

Send an email at: 2ndiyes@gmail.com and provide us with your name, designation, institution, complete mailing address to get an invitation letter.

Asian Network of Youth Volunteers

 

  • [Kabar International Training]

==International Short Program for Training in Ag-ESD, Tsukuba-Japan==

Program period: September 28th to November 22nd, 2015

Eligibility:

  1. Undergraduate students of IPB at 4th, 6th or 8th semester
  2. Has a min. GPA of 3.0 (at the 4.0 scale)
  3. Fluent in English (supported by TOEFL/ IELTS certificate)

Required documents:

  1. Copy of your last transcript (either English or Indonesian)
  2. TOEFL/ IELTS certificate
  3. One page essay about “Agriculture” or “Forestry” written in English, TNR, 12 pt, space 1.15, A4

Application procedure:

  1. Submit the required documents above by June 17th, 2015 at 03.00 PM to Directorate of Student Affairs (Subdit PKM) in a red folder
  2. Interview session in IPB will be performed at June 22st, 2015 start from 01.00 PM
  3. Interview session with Tsukuba University is scheduled at June 24th 2015 using SKYPE
    Program outlook:

Participants in this program can take field classes held at the Agricultural and Forestry Research Center. In addition, at the end of the study program, all students will participate in the Ag-ESD Symposium 2015 and present their activities as a program evaluation and review.
Classes offered:

1) International Ag-ESD
Learn the concept of Ag-ESD and study the practical agricultural field in Japan

2) Field Training Courses for Agriculture and Forestry

For the “Field Training Courses for Agriculture and Forestry”, students can choose one sub course,

  1. a) Crop (rice and wheat, potato etc.) production course, b) Horticulture (fruits, vegetables and flower) course, c) Livestock management course, d) Forestry course and e) Agricultural machinery course.

3) “Field Practices for Bioresource Production”
This class is taught in Japanese, but some tutor students will support your learning in those programs

4) Global 30 (G30) program
In addition, students can take other classes from the University of Tsukuba Global 30 (G30) program (Japanese culture, Japanese language, Basic biology etc.) taught in English (audit only, no credits).

Funding support:
Each participant will be provided with ca. 200,000 yen to cover expenses for their visit and stay in Japan inclusive of all fees for dormitory, meals, flight fare, domestic transportation, etc.

Further information:
Please send us an e-mail to subditpkmipb@gmail.com with the subject of: Ag-ESD-your name-student ID-department-request of information

 

  • [UNDANGAN]

Dalam rangkaian acara “GENOMICS: Germinating Novel Opportunities to Moot Ideas in a Community of Science” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bioteknoogi UPH,

mengadakan sebuah acara debat dengan tema: “Green Industry-The Biotech Remedy: A Peace Policy for The Future” pada:

Hari : sabtu, 20 Juni 2015
Lokasi : Gedung D502 Universitas Pelita Harapan
Waktu : 08.00 s/d selesai

Cp: Valerie (0857-7590-0075), Yulita (0823-1200-0075)

 

  • [KABAR EXCHANGE]

==J-PAC (Japan Program at Chiba University) Spring Semester 2016==
for undergraduate students

Program duration: April 1st-Mid August 2016

Check your eligibility in these two following programs :
(1) International Liberal Arts Program
(2) Japanese Studies Program

Further detailed information: http://www.chiba-u.ac.jp/internati…/…/J-PAC2015-2016_all.pdf

Any interested applicant should contact subditpkmipb@gmail.com to obtain application forms.

The subject of the e-mail should be in the following format:
JPAC-your name-student ID-department-request of information
[any e-mail with different subject will be ignored]

Application documents should be submitted to Directorate of Student Affairs (DITMAWA) by August 3rd, 2015 at the latest

Categories: informasi | Leave a comment

Mahasiswa SIL Lolos Seleksi PKM dan Didanai oleh Dikti

Lima mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor berhasil lolos seleksi proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karya Cipta (PKM-KC) dan didanai oleh Dikti. Kelima mahasiswa tersebut adalah Noviyanti (SIL 49), Mochamad Rizky Ramadhan (SIL 48), Muhamad Ridwan (SIL 48), Meilisa (SIL 49) dan Astri Salatin (SIL 50).

1

Kelompok ini membuat sebuah karya cipta yang diberi nama ACDMS (Automatic Concrete Distribution Monitoring System). ACDMS merupakan alat inovasi untuk mengetahui kadar beton secara sensorik. Rencananya, alat ini akan dikompetisikan di ajang Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) tahun pengajuan 2014. Para mahasiswa kreatif ini merancang sebuah alat yang memilki fungsi sama dengan Kerucut Abrams. Fungsi dari Kerucut Abrams adalah untuk menguji nilai slump pada beton. ACDMS dirancang menggunakan sensor kelembaban dan sensor suhu yang telah dikalibrasi dengan nilai pengukuran menggunakan Kerucut Abrams.

Menurut Ketua Tim, Noviyanti, mengungkapkan bahwa ide pembuatan karya ini dimulai dari adanya matakuliah Praktikum Bahan Konstruksi dan Teknik Kontrol Lingkungan. Dalam praktikum alat konstruksi terdapat materi mengenai pengujian nilai slump pada adukan beton yang menggunakan Kerucut Abrams. Pengunaan Kerucut Abrams dapat dikatakan kurang praktis karena menggunakan waktu lebih kurang 4 sampai 5 menit pengujian dan alat yang digunakan lumayan berat. Untuk itu kami berpikir untuk membuat sebuah alat alternatif yang memiliki fungsi sama dengan Kerucut Abrams tetapi  dengan penggunaan waktu yang singkat. Dalam waktu 3 detik akan diperoleh nilai slumpnya dalam jumlah yang banyak serta alat yang digunakan lebih ringan sehingga mudah untuk dibawa. Ketika mendapatkan mata kuliah subbagian Teknik Lingkungan yang menggunakan sensor sebagai alat praktikum utama, maka ide ini muncul kemudian dikembangkan untuk merancang sensor yang memiliki fungsisama dengan Kerucut Abrams.

2Selanjutnya, Minggu 31 Mei 2015 akan dilaksanakan monitoring dan evaluasi (MONEV) tingkat IPB. Setelah itu, MONEV kembali dilakukan dan kali ini evaluasi dilakukan oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (DIKTI) pada tanggal 3, 4, 5 juni 2015. Monev Dikti ini merupakan penilaian akhir yang menjadi penentuan PKM ini lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) di Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara.

Departemen SIL mengucapkan selamat berjuang dan semoga PKM-KC karya mahasiswa SIL ini mampu lolos seleksi dan dipresentasikan di PIMNAS ke-28 di Universitas Haluoleo, Sulawesi Tenggara.

Categories: Buletin | Leave a comment